MAINKAN MUSIKMU. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Kesenian Rakyat dan Upacara Adat

Tari Tradisional dalam upacara adat saling berkaitan, baik sebagai pelengkap maupun sebagai perantara mencapai tujuan. Sebagai contoh, tarian untuk keselamatan dan perlindungan biasanya masyarakat mengadakan pertunjukan kesenian. Kesenian tertentu sangat dekat dengan konteks budaya dan tujuan dilakukannya upacara keselamatan dan perlindungan. Tari-tarian tertentu tersebut sering digunakan untuk upacara perkawinan, khitanan, dan bersih desa dan banyak acara lainnya. Secara hirarki pelaksanaan dan tata cara pertunjukan, tari-tarian tertentu pada pementasannya diatur dalam bentuk upacara. Tata cara pementasan dapat dirinci dan diatur sedemikian rupa sehingga dalam pelaksanaannya mampu berjalan lancar, tertib, dan selesai tepat waktu. Namun dalam kegiatan lain, pementasan tari-tarian tertentu dipentaskan banyak mengalami hambatan. Secara ilustratif kegiatan pelaksanaan pementasana acara kesenian dan tradisi upacara tertentu kurang berjalan seperti harapan. Misalnya pada saat upacara perkawinan secara umum dapat berlangsung kurang lebih seperti di bawah ini. Upacara diawali dengan acara pengenalan lebih dekat keluarga mempelai pria ke mempelai wanita. Acara bertujuan agar keluarga pria mengenal calon menantu. Selanjutnya, acara lamaran bertujuan meminta secara resmi calon penganten wanita untuk dijadikan istri. Acara berikutnya adalah memberikan peningset atau ikatan dalam bentuk seperangkat pakaian lengkap, kepada calon pengantin wanita sesuai tanggal dan hari yang ditetapkan. Sehari menjelang pernikahan dilakukan siraman baik pihak mempelai wanita maupun mempelai pria dilakukan mandi secara simbolis yang menunjuka bahwa ke dua mempelai berangkat dalam badan yang bersih. Pada acara ini juga dikenal sebagai widodareni (Jawa) yakni acara dimana berbagai kerabat mempelai pria dan mempelai wanita saling bersilahturahmi. Kemudian dilanjutkan upacara panggih pada pagi harinya dengan melakukan sederetan upaca prosesi sampai akad nikah hingga keduanya ke pelaminan. Untuk keperluan upacara bersih desa dapat dilakukan dengan beberapa tahapan yang kurang lebih dapat disebutkan adalah sebagai berikut. Upacara tradisi bersih desa dilaksanakan dalam setahun sekali yakni pada saat penduduk setelah menuai panen raya secara serentak. Tujuan pelaksanaan upacara adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan bahwa masyarakat diberi limpahan keberhasilan panen, cukup untuk digunakan beberapa bulan ke depan dari hasil bumi yang diperoleh pada panen raya ini. Hal ini menunjukan bahwa Dewi Sri atau Dewi Padi mengabulkan permintaan masyarakat. Tata cara dan bentuk model pertunjukannya secara umum dapat diuraikan di bawah ini. Adapun prosesi kegiatan upacara yang telah lama dan dilestarikan dengan beberapa tahapan adalah sebagai berikut:

1. Menyimpan padi di lumbung secara rapi,
2. Membersihkan jalan, kebun, halaman masjid dan bergotongroyong,
3. Mengadakan masak bersama dan kunjung-mengunjungi antar tetangga,
4. Mengadakan hiburan salah satunya pertunjukan kesenian/tari-tarian.

Adapun beberapa catatan kesenian/tari yang digunakan untuk upacara seperti di depan telah disebut adalah :


______________________________________________________________________________
No -> Kesenian/tarian ------> Asal Daerah ------------> Jenis Upacara
______________________________________________________________________________
1. -> Dolalak --------------> Purworejo/Jateng -------> Bersih Desa
2. -> Barong ---------------> Bali -------------------> Keagamaan
3. -> Rangde ---------------> Bali -------------------> Tolak Bala
4. -> Sekapur Sirih --------> Jambi ------------------> Penyambutan tamu Agung
5. -> Pangayo --------------> Sulawesi Selatan -------> Kematian
6. -> Pakarena -------------> Sulawesi Selatan -------> Penyambutan tamu Agung
7. -> Bisu -----------------> Sulawesi Selatan -------> Pelantikan Kepala Suku
8. -> Bedhoyo 5 dan 9 ------> Surakarta --------------> Pelantikan Raja
9. -> Srimpi 9 -------------> Surakarta --------------> Turunnya Raja
10.-> Bedhoyo Anglir -------> Yogyakarta -------------> Naik tahta Raja
11.-> Jothil ---------------> Yogyakarta -------------> Panen
12.-> Ndi ------------------> Irian Jaya/Papua -------> Pelantikan Kepala Suku
13.-> Tabot ----------------> Bengkulu ---------------> Pelantikan Ketua Suku
14.-> Piring ---------------> Minang/Sumbar ----------> Panen
15.-> Galombang ------------> Minang/Sumbar ----------> Penyambutan tamu Agung
16.-> Tor-tor --------------> Sumatra Utara ----------> Penyambutan tamu Agung
17.-> Cewan ----------------> Sumatra Utara ----------> Penyambutan tamu Agung
18.-> Mainang P Kampai -----> Sumatra Utara ----------> Pergaulan Remaja
19.-> Karambik -------------> Sumatra Utara ----------> Melaut
20.-> Saman/Saudati --------> Aceh/NAD ---------------> Penyambutan tamu Agung
21.-> Bantal Tapok ---------> Aceh/NAD ---------------> Pernikahan/lahirnya bayi
22.-> Gendhing Sriwijaya ---> Sumatra Selatan --------> Penyambutan tamu Agung
23.-> Paget Penganting -----> Sumatra Selatan --------> Pernikahan
24.-> Sinjang --------------> Sumatra Selatan --------> Pergaulan Remaja
25.-> Pasembahan -----------> Sumatra Selatan --------> Penyambutan tamu
26.-> Japin ----------------> Sumatra Selatan --------> Tamu kenegaraan
27.-> Cangget --------------> Lampung ----------------> Tamu kenegaraan
28.-> Selampit Delapan -----> Jambi ------------------> Pergaulan Remaja
29.-> Topeng ---------------> Jawa Barat -------------> Klasik/Kenegaraan
30.-> Jaipongan ------------> Jawa Barat -------------> Pergaulan sosial/masal
31.-> Ogoh-ogoh ------------> Bali -------------------> Upacara Ngaben/lematian
32.-> Bondoyudo ------------> Bali -------------------> Kepahlawanan
33.-> Ngemo dan Jejejr -----> Jawa timur -------------> Pergaulan Sosial
34.-> Belian ---------------> KalTim -----------------> Menyembuhkan orang sakit
35.-> Topeng ---------------> Jakarta/DKI ------------> Menyembuhkan orang sakit
36.-> Ngarojeng ------------> Jakarta/DKI ------------> Panen
37.-> Lense ----------------> Sulawesi Tenggara ------> Upacara laut
38.-> Dabang ---------------> Sulawesi Tengah --------> Upacara Asah Gigi
39.-> Kataga ---------------> NTT --------------------> Upacara sambut Tamu
40.-> Kecak ----------------> Bali -------------------> Keagamaan


Pelaksanaan upacara di atas, pada dasarnya untuk setiap
daerah dan tata cara tradisinya yang dikembangkan memiliki
karakteristik dan fungsi yang berbeda pula. Hal ini bergantung
kepada karakteristik masyarakat masing-masing daerah yang
meyakini dan mempercayai bahwa pelaksanaan bentuk upacara
tradusi dimaksud memiliki kekuatan harapan agar di kemudian
hari semakin meningkat keberhasilannya dan mendatangkan
berkah yang positif bagi kelancaran dan kelangsungan kegiatan
seperti yang diharapkan.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar